Auto-provisioning server, monitoring real-time, kuota per peer, firewall/NAT, dan multi-node. Semua dari browser, tanpa buka terminal.
Semua yang Anda butuhkan untuk mengelola WireGuard secara profesional.
Kelola banyak server WireGuard dari satu dashboard. Setiap node independen, mendukung SSH remote dengan key terenkripsi.
Tambah server baru cukup dengan satu form. Panel otomatis SSH, buat user, keypair, sudoers, dan test koneksi.
Lihat peer yang sedang konek, handshake, RX/TX tiap 10 detik. Widget live connected menunjukkan siapa saja yang aktif.
Set kuota data dan masa aktif per peer. Peer otomatis nonaktif saat habis, atau reset berkala.
Aktifkan NAT, IP forwarding, dan rule firewall dari browser. Backend iptables/nftables terdeteksi otomatis.
Generate config client (.conf) dan QR code otomatis. Onboarding HP/laptop dalam hitungan detik.
CSRF protection, JWT, RBAC, sudoers terbatas, key terenkripsi Fernet, audit log. Aman untuk produksi.
UI cerah, gradient modern, dark-mode friendly, mobile-first. Bisa diakses dari HP, tablet, laptop.
Auto-search 3 karakter, sort ASC/DESC, pagination, inline editing. Semua tabel interaktif.
Setiap aksi tercatat: siapa, kapan, dari IP mana. Untuk forensik dan compliance.
API JSON untuk integrasi eksternal: bot Telegram, monitoring, atau sistem tiket.
Dibangun dengan Flask + MySQL, tanpa biaya lisensi. Bisa di-deploy di server sendiri.
Dari instalasi hingga client terhubung — 5 langkah sederhana.
Jalankan panel di server Windows/Linux, buat admin pertama, login dengan browser.
Daftarkan server WireGuard remote. Pakai Auto Provision atau Tambah Manual, lalu klik Test.
Daftarkan interface wg0 dari config yang sudah ada. Peer existing otomatis tersinkron.
Buat akun client, set kuota/masa aktif. Panel generate keypair, PSK, IP, dan config.
Unduh .conf atau scan QR code di app WireGuard (Android/iOS/Windows/Mac/Linux).
Yang perlu disiapkan sebelum instalasi.
wg, wg-quick)wgpanel + sudoers terbatas/etc/wireguard/wg0.confJawaban untuk pertanyaan yang sering ditanyakan.
Tidak. WG Panel adalah control plane — mengelola server WireGuard yang sudah ada via SSH. WireGuard tetap berjalan sebagai data plane di server Linux terpisah, sepenuhnya independen dari panel.
Hanya sekali saat bootstrap, untuk membuat user wgpanel + sudoers terbatas. Setelah itu panel pakai user wgpanel dengan 16 perintah sudo spesifik (bukan root penuh). Anda bisa nonaktifkan SSH root setelahnya.
Tidak ada batas keras. Panel sudah diuji untuk puluhan node. Setiap node punya koneksi SSH-nya sendiri (pooling). Untuk ratusan node, pisahkan monitor ke worker terpisah.
Ya. Rename hanya mengubah label di database panel, tidak menyentuh wg0.conf di server. Client yang sudah terpasang tetap berfungsi tanpa gangguan.
Ya, asalkan NAT diaktifkan. Panel menyediakan tombol Aktifkan NAT di menu Firewall. Jika NAT sudah dikonfigurasi manual, tidak perlu disentuh.
Password login pakai hash Werkzeug. SSH private key node, preshared key peer, dan private key client dienkripsi dengan Fernet menggunakan FERNET_KEY di .env. CSRF protection aktif di semua form.
Ya. Panel bisa jalan di Windows pakai Waitress. Server WireGuard tetap Linux. Arsitektur sengaja dipisah — panel di Windows, data plane di Linux.
Ya. Endpoint JSON tersedia: /api/health, /api/nodes, /api/peers/live/<id>. Bisa dipakai bot Telegram, monitoring, atau integrasi eksternal.
Semua private key node dan PSK peer tidak bisa didekripsi. Anda perlu generate key baru di tiap node dan setup ulang. Backup .env di tempat aman — ini nyawa panel.
Gratis dan open. Semua library yang dipakai (Flask, SQLAlchemy, Paramiko, Bootstrap) berlisensi bebas. Tidak ada biaya langganan.